Peneliti Smart Agriculture Research Center Presentasikan Tiga Penelitian pada AESAP 2026

Oleh : Fahmi Arsyad

Yogyakarta, 19-20 Mei 2026 — Peneliti Smart Agriculture Research Center (Smartagri), Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), berpartisipasi dalam The 6th International Conference on Agricultural Engineering for Sustainable Agricultural Production (AESAP) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University. Konferensi internasional ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan mengusung tema “Integrating Innovative Pathways: Transforming Food and Energy Systems for a Sustainable Future”. Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi inovasi serta hasil penelitian di bidang teknologi pertanian berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Smartagri DTPB FTP UGM menghadirkan tiga tim peneliti dengan topik penelitian yang berfokus pada pengembangan pertanian presisi, penginderaan spektral, kecerdasan buatan, dan sistem pertanian cerdas berkelanjutan. Penelitian pertama berjudul “Multispectral-Based Monitoring of Papaya Photosynthetic Performance Using UAV-VTOL for Precision Agriculture Applications” dipresentasikan dalam sesi Parallel 1: Agricultural Informatics and System Engineering pada 19 Mei 2026. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Andri Prima Nugroho, Ph.D. yang mengangkat pemanfaatan teknologi UAV-VTOL multispektral untuk mendukung monitoring kondisi fisiologis tanaman pepaya secara lebih efisien dan berbasis data. Melalui integrasi teknologi penginderaan jarak jauh dan machine learning, penelitian tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem pertanian presisi yang adaptif terhadap kebutuhan tanaman dan kondisi lapangan secara real-time

Tim peneliti pada penelitian pertama terdiri atas Ardan Wiratmoko, M.Sc., Andri Prima Nugroho, Ph.D., Mutiara Alifia Ramadhanty, Fahmi Arsyad, S.T.P., Fadel Arya Pradana, S.Si., Dr. Radi, Assoc. Prof. Muneshi Mitsuoka, Prof. Lilik Sutiarso, dan Prof. Takashi Okayasu. Penelitian yang dikembangkan menitikberatkan pada pemanfaatan data multispektral untuk mendukung analisis performa fotosintesis tanaman pepaya sebagai bagian dari sistem monitoring kesehatan tanaman berbasis teknologi cerdas. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, mendukung produktivitas tanaman, serta memperkuat implementasi precision agriculture dalam sektor hortikultura modern. Selain itu, penelitian ini juga menjadi bagian dari kontribusi pengembangan inovasi pertanian digital yang mendukung pengelolaan sumber daya pertanian secara lebih efektif dan berkelanjutan. 

Sementara itu, penelitian kedua berjudul “Growth and Spectral Response of Broccoli Microgreens under Living and Dead Microalgae Biofertilizer Treatments in a Controlled Plant Factory” dipresentasikan pada sesi Parallel 4: Agricultural Automation tanggal 20 Mei 2026. Penelitian ini dibawah bimbingan Ardan Wiratmoko, M.Sc. yang membahas pemanfaatan hyperspectral sensing dan biofertilizer mikroalga pada sistem plant factory untuk mendukung monitoring tanaman secara non-destruktif dan berbasis respons fisiologis tanaman. Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan sistem produksi tanaman yang lebih terkendali, efisien, dan mampu mendukung keberlanjutan sistem pertanian modern melalui pendekatan teknologi otomatisasi dan sensing. 

Tim peneliti pada penelitian kedua terdiri atas M. Fajar Ridho Ilham, Ardan Wiratmoko, M.Sc., Les’ Aullian Achmad Argito, Achmad Tijani, Dina Eka Apriliawati, Nisrina Rahma Ardihapsari, Andri Prima Nugroho, Ph.D., Prof. Lilik Sutiarso, dan Prof. Takashi Okayasu. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana integrasi teknologi hyperspectral imaging dan biofertilizer mikroalga dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem monitoring pertumbuhan tanaman pada lingkungan budidaya terkendali. Pengembangan riset ini juga memperlihatkan potensi penerapan teknologi smart farming dan controlled environment agriculture dalam meningkatkan kualitas produksi tanaman sekaligus mendukung efisiensi penggunaan input pertanian. Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. 

Selain itu, Smartagri juga menghadirkan penelitian berjudul “Optimization of Excitation Voltage and Calibration Resistor for EIS-Based Chlorophyll Estimation in Lettuce (Lactuca sativa L.) ” yang dipresentasikan pada sesi Parallel 4: Agricultural Automation tanggal 20 Mei 2026. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Andri Prima Nugroho, Ph.D. yang mengangkat pengembangan pendekatan berbasis electrical impedance spectroscopy (EIS) untuk mendukung estimasi klorofil tanaman secara non-destruktif. Penelitian tersebut juga memperkuat pengembangan teknologi sensor dan sistem monitoring tanaman berbasis teknologi cerdas untuk mendukung implementasi pertanian presisi.

Tim peneliti pada penelitian ketiga terdiri atas Les’ Aullian Achmad Argito, Saifuddin Afif, M.Sc., dan Andri Prima Nugroho, Ph.D. Penelitian yang dikembangkan berfokus pada optimasi parameter pengukuran untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi analisis fisiologis tanaman berbasis impedansi listrik. Melalui pengembangan teknologi ini, penelitian diharapkan dapat mendukung inovasi sistem monitoring tanaman yang lebih efisien, akurat, dan aplikatif dalam pengembangan teknologi smart agriculture

Partisipasi Smartagri DTPB FTP UGM dalam AESAP 2026 menunjukkan komitmen dalam mengembangkan riset dan inovasi teknologi pertanian berbasis smart agriculture serta memperkuat kolaborasi akademik di tingkat internasional. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sistem pertanian yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan melalui integrasi teknologi penginderaan, otomasi, dan analisis data pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action), melalui pengembangan inovasi teknologi yang mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan dan efisiensi pengelolaan sumber daya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *