Oleh: M. Fajar Ridho Ilham

Yogyakarta, 21 Agustus 2026. Kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi pertanian presisi terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pertukaran akademik antarperguruan tinggi. Salah satunya terlihat dari kunjungan mahasiswa Kyushu University, Jepang, ke Smart Agriculture Research Center, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Jumat (21/8). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program summer course yang diselenggarakan Kyushu University untuk memperkenalkan mahasiswanya pada perkembangan teknologi pertanian di kawasan tropis.
Rombongan yang terdiri atas enam mahasiswa Kyushu University tersebut didampingi langsung oleh Takahiro Fujiwara, Ph.D., dosen Kyushu University yang membina program summer course. Kehadiran mereka di Yogyakarta merupakan bagian dari agenda kunjungan akademik untuk mengenal lebih dekat penerapan teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) di Indonesia, sekaligus membuka wawasan mengenai kondisi dan tantangan pertanian tropis secara langsung di lapangan.
Kunjungan diterima oleh Koordinator Peneliti Smart Agriculture Research Center sekaligus Kepala Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian FTP UGM, Andri Prima Nugroho, Ph.D. Pada kesempatan itu, Andri memperkenalkan kegiatan Smart Agriculture Research Center yang berfokus pada penerapan pertanian presisi untuk pertanian tropis melalui pemanfaatan teknologi informasi dan smart farming, mulai dari pengembangan riset hingga implementasinya di lapangan.

Andri memaparkan sejumlah riset unggulan kepada rombongan, di antaranya sistem pendukung keputusan irigasi SIPASI yang telah diimplementasikan pada beberapa daerah irigasi di Indonesia untuk mendukung modernisasi pengelolaan air. Selain itu, Andri juga menjelaskan penerapan teknologi berbasis unmanned aerial vehicle (UAV) multispektral dan machine learning untuk memprediksi stres lingkungan pada perkebunan kelapa sawit, sistem pemantauan kelembapan tanah kontinu, hingga sistem penghitungan otomatis populasi pohon kelapa sawit menggunakan deep learning. Tidak ketinggalan, teknologi smart greenhouse dan plant factory yang memanfaatkan edge computing, pengendalian Vapor Pressure Deficit (VPD), serta thermal imaging untuk mendeteksi cekaman air tanaman turut menjadi bahan diskusi.


Salah satu riset yang mendapat perhatian khusus dari rombongan adalah pengembangan teknologi peilschaal digital untuk mengukur ketinggian muka air irigasi pada lahan pertanian berbasis computer vision dan kecerdasan buatan (AI), hasil penelitian Widi Kuntara Muladi Putra, S.T. di bawah bimbingan Ir. Andri Prima Nugroho, Ph.D., dan Dr. Murtiningrum, S.T.P., M.Eng. Teknologi ini bekerja dengan mengenali skala peilschaal atau papan duga air melalui citra kamera, kemudian mengonversi hasil pembacaan visual tersebut menjadi data ketinggian muka air secara otomatis dan real-time. Pendekatan ini dikembangkan untuk menggantikan pencatatan manual ketinggian air irigasi yang selama ini rawan kesalahan pembacaan, sekaligus mendukung pengambilan keputusan pengelolaan air irigasi yang lebih presisi, efisien, dan dapat dipantau dari jarak jauh.
Fujiwara mengungkapkan rasa kagumnya atas perkembangan yang dicapai Smart Agriculture Research Center UGM. Ia mengaku benar-benar terkejut melihat cakupan riset dan teknologi yang telah diterapkan hingga ke tingkat implementasi lapangan. “Smart Agriculture Research Center UGM telah berkembang sangat pesat,” ujar Fujiwara. Ia berharap ke depan smart agriculture dapat memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, baik di Indonesia maupun secara lebih luas.

Program summer course ini digagas Kyushu University salah satunya untuk membangun ketertarikan mahasiswa terhadap Indonesia, baik dari sisi sosial-budaya maupun perkembangan teknologinya. Selain itu, sejumlah mahasiswa turut menunjukkan minat khusus terhadap topik-topik riset smart agriculture yang dikembangkan di UGM. Fujiwara turut menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat menjadi pintu masuk bagi terjalinnya kolaborasi riset lebih lanjut antara Kyushu University dan Smart Agriculture Research Center UGM di masa mendatang.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Smart Agri Plant Factory UGM. Pada sesi ini, mahasiswa Kyushu University memperoleh penjelasan mengenai teknologi plant factory yang dikembangkan di UGM, mulai dari sistem budidaya tanaman dalam ruang dengan lingkungan terkendali (controlled environment agriculture), pengaturan intensitas dan pola pencahayaan tanam (growlight), hingga sistem pemantauan nutrisi dan kondisi lingkungan tumbuh secara real-time.


Kunjungan ini membuka peluang penguatan kerja sama riset dan pendidikan antara FTP UGM dan Kyushu University, khususnya dalam pengembangan teknologi pertanian presisi untuk kawasan tropis. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua institusi diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi riset lanjutan, program pertukaran mahasiswa, serta penguatan jejaring akademik internasional.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penguatan pendidikan dan pertukaran pengetahuan lintas negara, pengembangan teknologi pertanian presisi untuk mendukung produktivitas dan pengelolaan sumber daya air, penguatan inovasi riset, serta kolaborasi internasional antara perguruan tinggi dan mitra pendidikan.
Keterkaitan dengan SDGs
- SDG 2 – Tanpa Kelaparan: mendukung pengembangan sistem produksi pangan yang produktif dan berkelanjutan melalui pertanian presisi serta pemantauan kondisi lahan dan tanaman berbasis teknologi.
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: memperkuat pertukaran akademik dan pembelajaran lintas negara melalui program summer course dan kunjungan riset mahasiswa Kyushu University ke UGM.
- SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak: mendorong pengelolaan sumber daya air irigasi yang lebih presisi melalui pengembangan teknologi peilschaal digital berbasis computer vision dan AI untuk pemantauan ketinggian muka air.
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: memperkuat riset dan inovasi teknologi melalui pemanfaatan UAV, computer vision, machine learning, dan sistem plant factory dalam bidang pertanian.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: memperkuat kerja sama riset dan pendidikan internasional antara FTP UGM dan Kyushu University dalam pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.
